Bendu..
Detik jam menyatukan waktu kita
Membelalak mata..tertawa..
Menggabung dimensi hidup
Karena itifak..
Diberi jalan untuk tahu apa artinya dunia..
Kemudian bersapa..bertukar segalanya..
Sampai pada saat..
Aku tahu hidupku punya cermin..
Kita berdiri, bukan dari halusnya bunyi fenomena..
Tapi masohi..alasan kita disini
Senyum, tawa, waktu berduka..kau dan aku baca
Menjauhkan mendura dari perjalanan kita..
Sama berharap, hari-hari terus mengenal apa yang kita punya
Tanpa ada sejam, sehari, seminggu, sebulan, setahun..
Hanya sampai mati..
Dan girang tawa serta geletuk sesaknya hujan mata
Lelah tuk disimpan rapih disaku jiwa
Remak itu!
Yang pahami gelimantang muncul lagi
Bila kita BERBAGI...
No comments:
Post a Comment