aku membakar diri sendiri
membiarkannya habis termakan asap tanpa sebab
sia-sia termakan derita busuknya sesak dada
membiarkan si penyimpan dayamati lemas tanpa meninggalkan kata
hampa
hidupku diatur remot kontrol
remot kontrol yang dikuasai oleh tuan dendam
aku habis dibuatnya
membuatku menutup mata
menutup telinga
akan surat Yang Kuasa
yang biasa bisa membuat dada tersesak
penuh air mata
tertumpah ruah..
apalah ini Tuhan?
apa aku ini?
Siapa aku ini?
aku siapa?
aku lupa akte kelahiranku yang Kau tandatangani?
aku
yang tiba-tiba krisis identitas jiwa?
aku tidak bisa menyalahkan siapapun
baik yang kuanggap perenggut kebahagiaanku
yang merenggut kebebasanku?
yang membuat kamarku semakin sempit?
yang membuat langkahku berat kembali dipertengahan
yang membuatku harus mengulang kembali apa yang sudah kutulis
dengan tinta yang kubuat dari keringat batinku?
yang kucampur dengan darahku yang harus kutunggu menghitam?
aku tak berhak menyalahkan itu
kata temanku, hatiku yang kusalahkan?
mengapa ada benda sebusuk itu ditubuhku?
apalahb artinya perkataanMu yang kubaca hampir tiap pagi
yang kudengar hampir tiap minggu?
mungkin itulah mengapa terjadi
aku melakukannya saja baru sampai tahap hampir?
itu bukan jadwal rapat kantor yang harus dihadiri tiap awal minggu kan?
No comments:
Post a Comment