Pages

Monday, September 27, 2010

tersenyum enggan melengkung

selalu malam
dengar nada bahagia dari bilik ruang itu
iri ingin masuk kedalam dan terhanyut dalam luapan asap transparan
sesak..
namun dinikmati bersama
tapi
asap itu tertiup melawan arah angin dari arahku..
tunggu dulu..
karena angin, atau karena nafasku yang terlalu berat?
membuatnya tertiup menjauh dari mataku
tidak jadi melilitku dengan tubuhku
lalu menjauh?
tapi aku ingin menarik asap itu kembali?
tapi siapa yang bisa menarik sebuah asap?
asap pun tidak bisa dihitung dengan satuannya
terlihat satu..satu paket
aku yang selalu terlewat kesempatan apa asap itu lewat begitu cepat?
maafkan
tp kesesakan darimu banyak memberiku pelajaran
bahwa manusia tidak baik merokok
paru-paruku akan rusak jika menghirupmu dalam keadaan pekat
wajahku sekonyong-konyong kusam
kulitku kering karenamu?
TERIMAKASI untuk itu semua..
bisakah aku membawamu dalam plastik kekekalan?
sedikit saja.. tidak lebih dari satu gram..
bisakah?
untuk pertemukanku dengan udara
sumber kehidupanku yang membawamu lari dengan bebas?
bisakah?
bisakah?

No comments: