ini bukan sebuah artikel filsafat
ini hanya bacaan biasa
yang ditulis oleh seorang Kristiani yang tak berpengetahuan luas
yah..
sebuah pengakuan syukur
karena saya bukan seorang jenius
bersyukur dengan sebuah bright normal
yang mengenal DIA
sebuah percakapan kretek
percakapan tembakau dan kawannya cengkeh
membahas bagaimana mereka bisa eksis pada tahap atas
membahas eksistensial manusia yang pintar menguji
eksisnya manusia karena prestasi
eksisnya manusia
hingga pada ujungnya
sebuah metafisika yang membatu dan menjalar menjadi sebuah prinsip
teruji dengan sebuah logika sederhana
karena manusia
saya yang hampir meta
hanya bisa terdiam karena sadar akan kualitas
tidak bisa berperang dengan pembuktian, asumsi atau hipotesa yang butuh bukti
karena ini tidak sesimpel yang anda kira bung..
sebuah diam yang tak sejahtera
mendengar sebuah kesaksian singkat manusia
yang tidak muakadah untuk didengar
dan tidak ada penjelasan yang absolut
Tuhan, serangan itu banyak disini
bertubi dan kalah tanpa kapasitas
dialektika ini terasa ingin menghancurkan
menghancurkan pula jiwa seorang yang hanya bisa mengupas perlawanan dengan empiris
empiris yang miskin variasi
bagaimana saya harus berbagi?
Kasih yang sudah disusun dari potongan puzzle yang terpencar
yang mulai terbentuk
sangsi untuk tetap pada tempatnya
aku ngeri ada keraguan mereka
yah tidak perlu mereka
akupun sempat berjungkat jungkit dengan logikaku yang sempit
kembali pada hermeneutika yang pernah dan mampu saya lakukan dengan potensi otak ini
saya yakin saya tidak salah pilih Juru Selamat
Saya tidak salah pilih jalur hidup
walau memang banyak kritik dalam pengajaran ini
tapi dia melakukan kritik bentuk
biar bagaimanapun Alkitab ini bukan buku main-main yang sembarang dikomparasikan
tidak ada penjelasan absolut mengenai pertanyaan kausalitas yang berpedoman pada logika yang sebesar upil bunk!
cuma itu yang kita punya
supaya manusia tak banyak berpikir yang aneh dan antik
menerima hanya dengan hati
dan iman
tanpa mempertanyakan
itu yang akan anda lakukan, jika anda tidak saja hanya sampai pada suatu ketaatan
tetapi juga kecintaan yang begitu mendalam
karena kata seorang kawan, cinta tak butuh alasan untuk percaya
Ibarat filsuf agungmu berkata, aku bisa katakan Pengajar dan Pelindungku itu terdefinisi dalam Monisme
tapi bukan ditangkap dan dicerna secara mentah tanpa filter
kau harus tahu mengapa Tuhan yang seringkali dikaitkan seolah Monisme bisa disama-ratakan
tapi geram tidak menjawab kekhaosan jalan pikirmu
jadi berhenti sesaat dan memilih untuk sunyi
itu jalan terbaik
suatu saat kamu pasti mengalami transformasi
aku yakin itu
supaya kita, bisa berpandangan sama
karna kau baik adanya, untuk dilepaskan begitu saja..
No comments:
Post a Comment