Suatu waktu aku mengeluh
aku marah kepada Penciptaku
apalah ini
apalah lingkunganku ini
apakah ibu itu?
apakah saudara itu?
kegeraman kekal yang kubawa dari dulu
rasio sudah berhenti bekerja..
aku hidup
aku ada
ditengah kubangan sifat sampah
sikap busuk dunia
aku tahu
aku sadar
aku tertahan untuk membicarakan itu kepada setiap yg bertanya
aku tidak lagi punya muka
kemudian aku belajar
belajar bahwa semua yang ada pada manusia tidak lepas dari apa yang ingin Tuhan rencanakan
aku hanya berpegang pada hal itu
hal yang menurutku tak mendasar
namun entah mengapa mau ku dalami lebih parah
aku bergelut
aku bertanding melawan kekerasan hati yang kubangun dari dulu
aku bertinju dengan persepsi yang sudah mapan di jiwa
sampai pada teluk bahkan relung terdalam
tertanam
dari dulu..
sampai suatu waktu
aku berlingkar
dengan mereka
membuat karangan tentang keluarga
kemudian satu-satu mengucap apa yang telah mereka tulis
aku tertegun, aku terdiam
aku tertunduk
aku malu..
mereka menulis di atas kertas karton dengan spidol terbaik
terlihat indah
aku hanya mampu menulisnya di kertas buram
lusuh
ditulis dengan pulpen bekas
yang jatuh dan sudah sempat terinjak orang
perlahan aku lipat, aku simpan kertas itu
aku mulai memundurkan diri
pergi, lalu berimajinasi tersenyum lalu getir dalam hati..
apalah artinya ini?
aku mulai membuka persepsi beku itu?
sampai kumengenal yang bersamaku melingkar waktu itu
aku sadar
aku tercelik
lalu berkata dengan lantang, "TERIMAKASI TUHAN ATAS KELUARGA YANG AKU PUNYA! TERIMAKASIH KELUARGAKU CACAT!"
entah mengapa otak ini
seperti bodoh atau apalah
orang gila meneriaki diri gila??
namun aku tahu aku lega
aku tidak malu
memang kartu keluarga yang aku dan orang rumahku pakai mungkin bukan karton termahal
tapi pengalaman di dalamnya yang mahal
yang membuatku sekarang menjadi orang mahal
karena mampu mengarungi kehidupan yang pahit
akibat telah TERBIASA
kau tahu maksudku bukan?
kurasa yang kudapat semua dalam porsi yang pas
tergantung bagaimana aku mengolahnya sehingga tidak berespon berlebihan..
terimakasih telah memberi keluarga itu
aku jadi tahu pentingnya arti orang yang menyayangi aku
aku jadi tahu senangnya bisa membantu
aku tahu bahagianya bisa melindungi orang lain
aku tahu bagaimana bisa mengasihi orang dengan tulus dan jujur
karena semua itu
mahal..
No comments:
Post a Comment