Instrumen kasih sayang pada pukul enam tiga puluh pagi..
Yang pernah selalu memaksaku terjaga lebih awal dari yang kubiasakan
Merajuk pada jendela kamarku untuk memaksaku sadar sepenuhnya
Merayu dengan kemanjaan..
Mari berkelana..
Aku yang tidak masuk hitungan di jajaran mahluk pagi
Mencoba mengganti jam kehidupanku
Hanya untuk memori
Yang mungkin dilupakannya nanti
Menghabiskan 24 jam sehari
Lalu kembali berakhir di busa dunia mimpi
Kalau tidak ada sambungan jarak jauh itu
Tidak lagi aku masih disini saat itu
Ini bukan puitiskan sayang
Tapi ini caraku mengenang
Senyum senang
Tanpa diketahui semua orang
Kenang, kejarlah sekarang..
Apa yang membuatmu merasa menang..
Aku hanya bisa mengingat tempo dulu
Saat diterimanya pesan abu-abuku dengan girang..
No comments:
Post a Comment