Pages

Wednesday, August 24, 2011

Pembuat Prosa Mencoba Tidak Terlalu Serius

Hmmm
Melewati sebuah perenungan yang cukup panjang..
Itu hasil dari pemikiran tunggal otak saya tanpa intervensi dari pihak berwajib manapun..
Didapatkan hasil bahwa saya termasuk ke dalam kategori orang serius.
Benarkah itu?
Mungkin..
Saya tidak terlalu suka sebenarnya dengan hal berbumbu tertawa yang dicekoki setiap saat..
Saya bisa tertawa seminggu penuh, saya bisa serius seminggu penuh.
Semua butuh waktunya masing-masing..
Namun pengamatan berkata, orang banyak mencari badut dibandingkan pemikir yang membantu mereka mengarahkan hidup menjadi lebih baik..
Apa hidup harus di sikapi dengan hanya tertawa saja?
Wait..!
Tadi saya berkata bahwa saya tidak mau terlalu serius. Mungkin ini bawaan orok yang membuat saya melenceng di pertengahan ..
Astaga..
Baiklah, kita kembali ke track yang seharusnya..
Salah sebenarnya kalau anda mencari saya untuk tertawa. Mungkin bisa, saat anda beruntung... Tapi jika tidak, anda akan saya ajak untuk berpikir lebih dalam mengenai kehidupan
Hahaha
What a bored girl..
Hey, saya sudah tidak lagi menjadi "girl".. But not a woman yet..
Saya juga tidak mengerti mengapa perbincangan dengan saya 30 persen berisi tertawa, dan 70persen berisi suatu hal yang harus dipikirkan lebih dalam..
Tapi iya toh? Perbincangan juga butuh ada isinya. Bukan ringan yang kosong, bukan juga berat berserat, tapi ringan dan berisi..
Waktu banyak, tapi kadang terlalu terlena dengan kelowongannya..
Jadi manusia menurut saya itu harus bisa memberikan sesuatu buat orang lain.. Harus punya kesan. Bahasa agamawisnya, harus punya berkat..
Ah, terlalu rohani. Tapi kurang lebih seperti itulah ya..
Saya sampai berpikir, apa saya begitu membosankannya?
Hahaha
Sudahlah ya.. Toh banyak yang datang sendiri..
Gini aja, kenyamananmu dengan saya kan kamu yang ukur sendiri, kamu bisa merasakan hal itu secara merdeka..
Maaf sebelumnya, kepala saya masih belum bisa bekerja secara sistematis..
Jadi acak-acakan tulisanya..
Yasudah...
Kalau saya mencoba tersenyum untuk setiap tingkah laku anda saja bagaimana?
Berikan rasionalisasi yang masuk akal buat saya lain kali..

No comments: