Pages

Saturday, September 24, 2011

Greatful Dinner

Setiap harinya manusia selalu mengharapkan adanya kebahagiaan dan keadaan nyaman yang boleh datang dalam hidup mereka..
Tanpa mereka tahu bahwa keadaan "sulit" itu terkadang diperlukan untuk mengingatkan kita akan penyertaan Tuhan yang tidak akan pernah berhenti.

Beberapa hari yang lalu, saya bangun dengan keadaan hati yang tidak terlalu baik. Anak zaman sekarang menyebutnya dengan "bad mood".
Entah karena apa..
Saya bangun dengan keadaan tidak fresh.
Sampai pada saat malam, mama saya menelepon dengan nada marah-marah dan membentak saya karena sepertinya saya telah menghilangkan kamera miliknya.
Saya pusing dibuatnya malam itu.
Sekuat tenaga saya mengontrol situasi hati saya yang kacau balau mendadak, karena setelahnya saya harus pergi nonton dengan teman-teman saya.
Saat sedang menunggu angkot di pinggir jalan, saya bertemu dengan si "adek".
Lewat percakapan yang sangat kilat, saya mengetahui bahwa dia akan segera berangkat ke Jakarta untuk interview pekerjaan.
Sampai akhirnya tidak sengaja bertemu kembali di tempat saya akan menonton. Entah kenapa matanya yang enggan melihat saya saat berbicara membuat saya masuk pada situasi hati yang sangat tidak masuk akal. Kesal sekali.
Kemudian saya kembali memaksakan diri untuk tetap tersenyum dalam keadaan isi kepala yang semerawut.
Berusaha menjaga integritas di depan orang-orang itu memang sulit saat hati sedang tidak mampu diajak bekerja sama dengan baik.
Sampai pada situasi nonton yang tidak juga membuat saya nyaman. Sekali lagi, saat pulang, saya menghilangkan payung teman saya.
Malam itu membuat saya merasa bodoh. Banyak hal di tangan saya yang hilang.
Puncaknya besoknya, saat saya juga menghilangkan flash disk teman saya.
Jujur sudah tidak ada lagi uang saya di atm. Sisa segitynya aja.
Namun biar bagaimanapun, saya harus mengganti flash disk yang saya hilangkan tersebut.
Total, saya tidak lagi memiliki dana yang cukup untuk menyambung hidup. Kalimat ini terdengar begitu serius bukan?
Hahaha..
Serius memang. Saya tidak lagi memiliki dana untuk makan. Harus mikir dua kali untuk memilih antara ingin makan malam atau tidak. Namun perut ini tak kuasa untuk menahan lapar. Sampai akhirnya saya mengajak teman saya untuk menemani saya makan malam. Namun inilah yang dinamakan penyertaan Tuhan tidak pernah datang terlambat. Tiba-tiba teman saya berkata, “Udah lo beli nasi aja. Pak Dar (seorang pendeta di gereja saya) bawain makanan. Tapi nasinya abis. Dia bawa ayam goring ni.”
Well, rencana semula ya g tadinya hanya ingin makan malam dengan semangkok indomie, jadi sepiring ayam goreng. Dan entah lebay atau bagaimana, saya merasa ini malam makan terbaik saya hanya dengan modal Rp 3.000 (untuk beli nasi tepatnya).
See, Tuhan mikirin juga gimana caranya hambanya makan saat kita pasrah sama hal yang dianggap orang-orang ini sepele.
Dan besoknya saya dikirim uang sama papa yang biasa saya dapet di awal bulan. Tambahan boss.. hahaha..
HOW GREAT YOU ARE FATHER! LOVE YOU MORE!

No comments: