Pages

Friday, November 18, 2011

Masalah jadi fokus?

Pernah merasa terpuruk? Bermasalah dan merasa bahwa masalahmu adalah masalah terberat abad ini?

Disaat yang sama kita harus bisa menghibur dan menjadi pelipur lara atas kesedihan orang lain?

Itu yang saya alami malam ini.

Ketika entah jam berapa, air mata saya mulai menitik dan ingin mulai menangisi masalah saya..

Saya mendapat sebuah pesan singkat dari teman seperjuangan saya. Dia butuh seseorang untuk menemaninya berhujan ria di kamarnya yang mungil.

Saya pun datang dengan memikul semua masalah di pundak saya, mencoba mendengarkan apa yang menjadi keluh kesahnya.

Saya siapkan diri sebelum mengetuk pintu kamarnya.

Sampai akhirnya saya masuk dan mulai mendengarkan dan menemaninya dengan saksama.

Berkata dalam hati, Ayah, apakah yang harus saya lakukan?

Saya juga sedang punya masalah. Ayah tahu masalah saya cukup mengganggu saya semalaman ini. Belum lagi saya harus mendengar riang tawa teman seatap saya di luar dan memandang diri makin menjadi orang yang paling bermasalah.

Dan sekarang, saya harus mendengarkan orang lain berkeluh kesah? Saya justru meragukan diri sendiri. Apa saya mampu? Apa nanti saya hanya akan mengecewakan dia?

Ayah beri saya kemampuan.

Saya dengarkan dia bercerita. Kemudian saya sedikit menitikan air mata. Sedih. Bersyukur. Campur jadi satu.

Sedih karena saya tidak tega melihat teman saya harus mengalami hal seperti itu. Bersyukur karena masalah saya bukan masalah seperti dia.

Saya secara perlahan mulai berbagi dan mendoakannya. Entah mengapa hal itu justru membuat saya lega. Lebih lega daripada tadi.

Ternyata untuk mencari kedamaian di tengah cobaan yang dihadapi kadang tidak harus dengan menceritakan masalah kita kepada orang lain atau mulai menangisinya. Tapi dengan berbagi dan membantu orang lain, akan memunculkan rasa syukur yang luar biasa. Paling tidak kia tahu, kita tidak sendiri dengan masalah ini. Orang lain juga punya yang lebih berat. Maukah kita berbagi saat kita juga sedang disibukkan dengan rutinitas dan masalah pribadi sendiri?

Dengan ini saya merasakan betul Ayah menemani kemanapun saya pergi..

I love you Father..

Bless her.. Give her the best. :)


Published with Blogger-droid v2.0.1

No comments: