Oke, katakan saya bodoh mengenai bensin ditambah lagi saya bukan pelanggan tetap SPBU karena jarang-jarang mengisi bensin.
Terlepas dari masalah bensin, masalah-masalah sebelumnya sekarang-sekarang ini cukup ditanggapi oleh kalayak ramain yang menurutsaya cukup berlebihan.
Kamu tahu, banyak di luar sana yang setiap harinya menulis tentang rasa nasionalisnya di social network bahkan membahasnya secara lugas di kelompok-kelompok diskusi dan tempat nongkrong tanpa RASA.
Kenapa saya bilang tanpa rasa? Bagaimana tidak. Seakan-akan mereka peduli betul terhadap permasalahan yang dihadapi"Garuda" saat-saat ini. Terkesan seperti apa-apa saja yang Garuda alami merupakan masalah hidup mereka juga. Tapi pada kenyataannya mereka tidak pernah berbuat apa-apa selain KOMENTAR!
Di kehidupan nyata, membuat diri mereka menjadi lebih baik saja tidak. Memang kalau mereka mengkritik tentang negara seperti itu, ada perubahan yang terjadi?
Saya tidak bilang bahwa untuk merubah suatu negara itu harus menjadi anggota DPR atau presiden dulu? Justru bagi saya itu adalah hasil pemikiran sempit seseorang tentang bentuk perilaku heroik bagi negaranya.
Jalankan hidup anda lebih baik dari hari ke hari, jadilah warga negara yang baik yang taat dan punya moral, cerminkan kehidupan berpancasila sesuai dengan teori kalian di kehidupan nyata. Cobalaha sedikit mengharumkan nama bangsamu dengan membuat suatu karya. Tidak muluk, bisa dengan cara menjadi seorang pekerja yang baik di kantor. Tanpa anda sadar hal tersebut bisa jadi kontribusi yang baik bagi perkembangan perusahaan anda, dan secara tidak sadar menjadi perkembangan yang baik untuk perekonomian negara ini.
Berpikirlah simpel dan logis tentang hal ini.
Jangan karena pajak di korupsi, oleh karenanya kalian jadi tidak mau bayar pajak. Itu bukan penyelesaian masalah namanya. Memangnya akan ada keadaan lebih baik jika anda tidak lagi membayar pajak? Bukannya tambah runyam ya?
Jadilah pengamat dan pelaku yang baik. Tidak usah banyak komentar setiap harinya. Berkoar seakan anda orang yang punya rasa nasionalis yang tinggi tapi tidak mengenal kata toleransi.
Menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan masalah? Buat saya itu hanya hasil pemikiran dari seorang ber-IQ jongkok. Kalau diantara anda ada yang ingin menjadi demonstran, jadilah demonstran yang bermartabat bukan kampungan.
Sebenarnya kalian para demonstran itu ikut demo karena peduli terhadap permasalahan negara, atau hanya ingin mencari "kebahagiaan" dengan menghancurkan dan melakukan kerusakan demi mendapat bayaran?
Coba anda pikirkan sekali lagi saat ingin berdemo.
Setau saya, demo yang paling tertib adalah saat para guru melakukan demo terhadap RUU Pendidikan. Memang terbukti mereka adalah cendikiawan yang bermartabat.
Bukan berarti kita tidak boleh protes terhadap suatu hal, tapi bisakah kita telaah lebih lagi bahwa ada berbagai macam cara yang bisa dikategorikan tepat atau tidak tepat saat kita melakukan aksi protes?
Menurut anda mana yang lebih baik? Mengatakan dengan penuh kewibawaan atau dengan bom molotov?
Ini memang masalah negara kita. Karena pada dasarnya warga negara ini sangat kurang dalam hal pendidikan formal dan moral. Tapi sejauh ini yang saya lihat justru yang banyak melakukan aksi anarkis itu orang-orang yang terbilang mengecap pendidikan formal?
Apa mungkin itu salah dari intansi pendidik kita?
Tidak tahulah. Itu PR bersama.
Sekali lagi, jika anda bertindak, pastikan bahwa tindakan itu dilatar belakangi oleh maksud yang tulus untuk suatu perubahan yang lebih baik bagi orang banyak, tidak untuk memenuhi keegoisan dan kepentingan pribadi.
.Selamat Mengamati.
Bukan berarti kita tidak boleh protes terhadap suatu hal, tapi bisakah kita telaah lebih lagi bahwa ada berbagai macam cara yang bisa dikategorikan tepat atau tidak tepat saat kita melakukan aksi protes?
Menurut anda mana yang lebih baik? Mengatakan dengan penuh kewibawaan atau dengan bom molotov?
Ini memang masalah negara kita. Karena pada dasarnya warga negara ini sangat kurang dalam hal pendidikan formal dan moral. Tapi sejauh ini yang saya lihat justru yang banyak melakukan aksi anarkis itu orang-orang yang terbilang mengecap pendidikan formal?
Apa mungkin itu salah dari intansi pendidik kita?
Tidak tahulah. Itu PR bersama.
Sekali lagi, jika anda bertindak, pastikan bahwa tindakan itu dilatar belakangi oleh maksud yang tulus untuk suatu perubahan yang lebih baik bagi orang banyak, tidak untuk memenuhi keegoisan dan kepentingan pribadi.
.Selamat Mengamati.
No comments:
Post a Comment