Sebentar sebelum mimpi menjemput dalam peraduan
Kembali menerawang
Akan kemana jalan ini
berhenti di tengah jalan
Jengah pada waktu-waktu kebersamaan?
Terlalu tegas untuk melambaikan tangan?
Pada pertengahan jalankah kita harus saling berhenti bertegur sapa?
Bayang ini sendiri
Tidak lagi dihidupi jika begini
Aku suka berkata tanpa konklusi saat ini
Sama seperti kopi yang kau tumpahkan tanpa henti
Terus basah
Lalu diisi kembali untuk sengaja ditumpahkan kembali
Selanjutnya apa?
No comments:
Post a Comment