Pilih arah kepastian yang tidak pernah mencapai ketegasan
Seperti bulir pasir, tidak kokoh..
Seperti kacamata kurang ukuran, buram..
Seperti kayu lapuk, rapuh..
Angin membawa jiwaku satu satu
Diriku satu-satu
Tidak bisa berpegang pada mukadimah dan janji..
Tidak sampai begini yang diingini
Bagaimana cara menutupnya lagi
Apa yang harus dibaca mentari
Waktu kelam mengarungi sampai ke imajinasi
Emosi tidak lagi pintar memainkan peran
Sandiwara tertutup salju
Putihnya membekukan sisa hangat yang kupunya
Bagaimana aku berkaca dalam kotak suara yang sangat terbatas??
Bergema dan bergumul
Mengacak bercampur aduk hingga tidak lagi ada yang jelas terdengar
Kemana arah langkah aku dan keretaku..
No comments:
Post a Comment