Tempat itu tidak besar.
Mungkin hanya beberapa tempat duduk dan hanya mampu menampung beberapa orang di dalamnya.
Tidak dilengkapi fasilitas instrumen yang pecah dan mengagumkan.
Orang-orang yang datang juga mungkin tidak termasuk hitungan orang hebat bagi dunia.
Bukan tempat yang diinginkan bagi semua orang untuk berada.
Tempat itu sederhana.
Bukan mezbah dan tempat pujian yang megah seperti pada kebanyakan tempat.
Namun nyaman, bagi hati dan jiwa yang datang.
Setidaknya bagi jiwa saya.
Bukan orang hebat, tapi bagi saya mereka orang hebat.
Pergumulan saya menghadapi kehidupan yang kian menyengat membantu saya mampu memaknai kehidupan dan keberadaan.
Itu karena mereka.
Disana pujian saya dengan rintikan hujan dari hati berwadah.
Tidak semua pembicara mampu menggemparkan setiap kebaktian yang ada.
Namun Kebersamaan.
Kami tahu satu sama lain.
Kami merasa Tuhan itu indah secara bersama-sama.
Kami merasa berharga dimataNya bersama-sama.
Itu lebih dari cukup.
Dorongan untuk terus kembali dan bertahan pada tempat itu terus menderu dalam jiwa saya.
Andai saja saya tidak sadar bahwa saya harus melanjutkan kehidupan selanjutnya, saya masih tetap disana.
Saya begitu mencintai tempat ini, sebesar cinta saya kepada Tuhan yang mungkin masih kalah dengan orang lain kebanyakan.
Tapi saya mencintai Mereka semua dengan apa yang saya punya.
Apalagi kurangnya hidup jika kita terus menerus bisa berada dan berdiam pada tempat ini?
Gerejaku tercinta.
Bersama dengan sensasi surga yang mengalir.
GKIm Majesty.
:)
No comments:
Post a Comment