Empat lewat tiga puluh menit.
Menyentuhkan telapak kaki yang hangat.
Menyatu denga dingginnya temperatur lantai.
Lalu sensasi itu kuteruskan, berlanjut hingga singgah di ujung ruangku berpijak.
Aku mencari kehangatan alam.
Perlahan membuka diri untuk menerima sinar senja yang sudah berlarian bersama.
Tidak ada lagi tempat bersamaku dan kesendirianku.
Ini jam yang tepat untuk terlena bersamanya.
Ini terlalu ramai untuk dijamah.
Bersamanya aku berdamai dengan surga.
Bersamanya aku berteman dengan harapan.
Dan bersamanya aku mengingatmu, karena kamu surga dan harapan.
Namun kali ini, semua hannya sampai merasa, dan tersenyum untuk sekedar mengenang.
No comments:
Post a Comment