Air hujanku malam ini
bernyanyi
senada dengan jemariku
yang bercinta dengan dawai kayu kopong
hingga kesanggupanku tuk sirna dari waktu terjaga
hilang dan tak lagi berdaya
yang kutahu
kita hanya menyatu
hingga waktu bukan lagi jadi bahan pertimbanganku
untuk duduk dan berlagu
hanya sekedar itu
ditengahku bermain dengan sejuta orkestra pikiranku
renunganku kembali ke setahun yang lalu
dan yang terlintas dipikiranku
ku tak mau kehilangan kamu dan kamu
dan sekarang
berlanjut hanya dengan
titik... titik..
No comments:
Post a Comment