Berat semesta
Pundak jadi nomor satu
Kaki jadi tandu berkelana
Bumi yang belum sudi menelan untuk dikembalikan bersama
Terpancar dalam biru belalak itu
Tiap malam
Susah tidur
Susah nada
Susah waktu yang ada
Barak nominal yang lebih
Bukan obat penenang
Penjagaan semayam
Selayang pandang
No comments:
Post a Comment