Pages

Wednesday, July 16, 2014

Cendol

Deganku
Menyatu dengan kubikal air yang membeku
Menjadi pengeras teriaku
Yang lelah kepalanya diajak bermain terus dengan matahari
Hey, ini kelemahanku!

Ceritanya sering sederhana
Mengalir pada cerita rakyat
Jamnya selalu siang
Lalu lalang diiringi ketukan

Tidak mungkin di tengah jalan
Pagar menjadi dambaan peluhnya berterus terang
Menunggu orang seperti aku yang suka kalah dengan cuaca
Yang sering salah menafsirkan dahaga dengan lapar

Kombinasinya tidak riuh
Hanya itu saja
Hijau, coklat dan putih yang bukan dari susu
Cukup segelas tanpa diabetes

Lalu kamu menghela nafas
Ya..
Aku hanya bercerita tentang cendol.
Memangnya kamu sedang menunggu apa?

No comments: