Pages

Thursday, August 28, 2014

Anjana Bukan Akhir

Sepula titik lampu merah
Tanda jumat berganti
Dia datang untuk pulang

Anjana laksana titah
Raja diamboikan lambai angin mencolek pipi
Kita hamba duduk memanut
Katanya adalah agama

Begitu harinya tertengkuk
Terperangkap kuk
Tidak mengerti juga mengapa harus kikuk
Manut pada anjana kerdil warga semesta

Pikirnya bilamana kepulangan merajai
Kembali pada letaknya puing
Yang tertinggal namun entah mengapa
Tidak mati

Kembalilah padaku selamanya
Udaraku yang membahana
Airku yang sederhana
Rebahku yang bahagia

No comments: