Tanda jumat berganti
Dia datang untuk pulang
Anjana laksana titah
Raja diamboikan lambai angin mencolek pipi
Kita hamba duduk memanut
Katanya adalah agama
Begitu harinya tertengkuk
Terperangkap kuk
Tidak mengerti juga mengapa harus kikuk
Manut pada anjana kerdil warga semesta
Pikirnya bilamana kepulangan merajai
Kembali pada letaknya puing
Yang tertinggal namun entah mengapa
Tidak mati
Kembalilah padaku selamanya
Udaraku yang membahana
Airku yang sederhana
Rebahku yang bahagia
No comments:
Post a Comment