Menaungi malam
Menghampiri ketukan manis
Pada pintu berpeluk debu
Satu jam singgah sampai di minggu
Terus mendawai entah apa hendak diucap
Korban kebutuhan untuk sebuah jumawa
Yang tidak jarang membawa bangga langkahnya yang mulai gemetar
Dan suatu nyaman di hari kedua sebelum 1 minggu dinyatakan berganti
Ia kembali rindu
Rindu terasah
Rindu terisi
Rindu menggilai Ilahi yang dulu dianggapnya sebagai masa depan
Sambil mempertanyakan diri
Layak atau hinakah ia yang bermegah diri
Paling tidak terimakasih
Untuk tak pernah lupa kembali menjemput kembali
No comments:
Post a Comment