Pendampingan Tuhan atas hidup saya tidak lagi pantas dianggap sebuah kebetulan
Terlalu pasti dan sering untuk disebutkan sebagai sebuah keberuntungan
Tidak terlihat namun nyata terasa
Hingga sampai saat ini
Saya merasa Dia tidak pernah rela saya berjalan terlalu jauh
Titik balik hidup saya pada sisi KETUHANAN dimulai di kota Bandung.
Orang lain bilang, kalau kuliah di Kota Bandung harus hati-hati. Banyak godaan yang bisa merubah pribadi menjadi lebih buruk.
Namun saya bisa jamin, 100% hal itu terjadi berkebalikan bagi saya. Bahkan menjadi pribadi yang lebih baik terjadi saat saya menginjakkan kaki di kota itu.
Seingat saya tepat ketika perkuliahan dimulai, saya dikenalkan dengan seorang perempuan. Awalnya saya kurang simpatik. Kebiasaan menganalisis orang di awal pertemuan, terbawa saat mengenali perempuan ini. Nama yang unik, paskah dalam bahasa inggris. Easter.
Sampai sekarang saya memaknai, pertemuan saya dengan Easter bukan sebuah kebetulan. Ini adalah awal mula jawaban doa dari Ibu saya yang meminta Tuhan memberikan saya pergaulan yang baik.
Lewat East, saya diajak ikut persekutuan. Tidak ada celah untuk orang yang salah.
Bersama dia juga saya dibimbing dalam sebuah kelompok tumbuh bersama. Kontribusinya cukup banyak di awal kerohanian saya.
Perjalanan pertemanan kami memang tidak semulus lirik lagu-lagu persahabatan. Kita pernah buat dosa bareng-bareng, marahan, dan akhirnya terpisah. Dan akhirnya entah mengapa dipertemukan kembali.
Jika dihitung, tahun ini tepat 8 tahun. Kita saling mengenal sebagai macem-macemlah.
Saya sadar saya bukan saudara PA yang baik. Tapi terimakasih karena terus mengingat saya.
Hmm..
Selamat sudah bertukar cincin ya Seter. Sebentar lagi bakal jadi pendamping hidup lelaki itu.
Saya hanya bisa berdoa, semoga Tuhan memberkatimu menjadi seorang istri yang takut akan Tuhan dan selalu menjadi tiang doa.
Tidak ada yang lebih baik selain terus berserah dan berharap hanya kepada Tuhan.
Tuhan sertai perjalanan hidup kalian hingga sampai pada harinya.
Love you
No comments:
Post a Comment