Pages

Saturday, December 5, 2015

Ampas

Kawan duduk
Berhadap satu pandang satu mata
Bangkunya kosong

Kopi tubruk
Dan pilu kopi susu
Kayuhku beradu
Terantuk-antuk bersenandung

Kopinya sepi

Ternyata
Kepulangannya
Hanya ampas kopi

Bilamana
Kemarau ingat pergi?

No comments: