Tembikar hikayatku melesat
Berpindah ruang
Seraya menganggukkan titah
Lemah
Tanpa jera
Ceritaku di depan akan jadi apa?
Sabdanya ikuti tapak yang tersedia
Tak sampai hati
Aku memutar arah
Bausastraku sekejap tertatih memilih kata
Wicaraku mulai gagap
Pertanda gelap
Rumahku bersembunyi
Di balik arah mata angin barat
Yang terus rela dipeluk timur
Tanpa sesah
Tanpa jeda
Sujudku
Sungkurku
Meminta
Tolong
Jangan terlalu lama...
No comments:
Post a Comment