Begitulah waktu dan hidup
Berkawan tanpa lupa erat
Lajur pasang dan surut merdu bersautan
Tanpa perlu berlatih
Fasih berganti
Mari kuingatkan
Dunia juga punya pagi
Malam yang kamu gandeng erat itu
Berbatas
Mari kuberi tahu
Pagi itu selalu antri
Antri menunggu pelukanmu
Tapi dia tidak teraba mata telanjang
dia teraba
oleh hati
yang berharap
kepada Sang Sempurna
Sapaku dari bawah mentari yang berbeda jauh di kilometer khatulistiwa,
Tetap semangat menganyam cita
No comments:
Post a Comment