Terpayung di pangkuan
Tak mampu berpikir
Inhibisi debil
Rona kita diantara
Antara hampa dan suara gema
Hingga putus akal
Karena beribu jingga dan kelakar, lewat menjadi tuannya
Kelak ini apa?
Sejatinya, makna dibawa sedikit saja
Karena banyak, terlalu memberatkan
Ternyata
Biar hamba longgarkan rengkuh ini
Biarlah peraduanku, kembali pada nirwana semata
Seperti dulu
Tanpa bicara
Tanpa kata
Hanya bermain tanda
No comments:
Post a Comment