Baru saja sadar
Bahwa kehilanganku sudah terlalu dalam
Terlalu lama dipupuk hingga dia tumbuh subur dan berbuah air mata
Terlama dibalut dan tidak dibuka
Mungkin kadaluarsa
Jika dulu dia membaca kotak sastraku
Isyarat itu sampai
Namun mungkin kali ini
Dia memilih untuk tidak memahami apa-apa
Berusaha tidak paham apa-apa
Aku saja yang terlalu kurang santun
Kurang tahu diri
Baiknya dia kuasapkan
Kini asap itu kukejar mati
Hingga lelah berlari
Dan pasrah pada lini
Akan dilambaikan tangan atau direngkuh kembali
Seribu tunduk dan kata tidak apik lagi
Beruntung aku masih menjadi salah satu
Aku memang pantasnya digantikan
Maaf
Manusia ini bukan yang patut
Untuk dibanggakan
No comments:
Post a Comment