Pages

Friday, July 8, 2016

Kehilangan

Sebegitu jauh ceritaku tertinggal di belakang
Menapak tilas jadi dilemma yang menyenangkan
Bukan lagi galian bernanah yang tak tersekat
Aku pikir aku lulus satu jaman
Melucuti kebodohan pikiran yang aku rasa sudah cukup berhasil dilakukan
Ternyata itu sebatas khayal
Aku terantuk batu
Kembali jatuh tanpa rencana
Serupa tanpa rencana kita saling menyapa
Lagi, ketika sekian bagaskara terlewati tanpa lupa nama
Begitulah di luar rencananya aku kembali
Mempertaruhkan rasa pengertianku yang ternyata hanya tereksplorasi dengan dangkal menurutmu
Belum cukup mafhum layaknya rasa ini
Postulatku menemui titik lemah
Seketika, saat tahu bahwa pikiranku ternilai seluas gelas kaca
Riuh jika terpukul sendok, pecah ketika melawan gravitasi
Beribu detik tafakurku akan fakta tak bertemu kata amin
Aku bukan lancang mencari tahu
Tapi tahu itu yang entah seperti mencariku
Rana hati mulai tak mengindahkan adab
Hingga keletihan mataku terjawab
Bahwa aku miskin pemahaman akan hatimu
Hati yang kupercaya terbalut cukup baik berbekal masa laluku
Yang aku rasa cukup menghijab ego berkepanjanganku yang tak ramah dengan lingkungan
Nyatanya kurang cukup
Untuk kedalaman rasamu yang butuh dimafhumkan lebih
Tapi bagaimana kubilang
Aku ini si konservatif ekstrim kanan-kiri
Yang baru saja dipatahkan sekali lagi usahanya berbenah diri
Yang tidak tahu diri menilai
Yang miskin pengalaman untuk memahami
Tak apa
aku hanya hendak bermaaf kata
jika ada perangaiku yang membuat kepercayaanmu cukup untuk meruntuh
Mungkin aku kurang mampu akan hal itu
Selayaknya kita bukan kawan
Hanya dua orang yang saling menyimpan beban
aku hanya ingin sampaikan satu
aku hanya terlalu senang dengan aku yang berdamai dengan masa lalu
yang dibantu untuk tahu batasku
tapi mungkin itu bukan di kamu
mungkin saja semesta ingin ada satu yang kupelajari penuh
meski aku belum tahu apa itu
lewat kamu
aku yakin itu
Hanya saja
aku terlalu malu untuk bertahan lebih lama lagi
terlalu malu untuk berkata aku paham kawanku
terlalu malu untuk membela yang tidak pernah kutahu sepenuhnya
terlalu malu berkata mungkin ada andilku
ya
terlalu malu
aku rasa
aku siap kehilanganmu satu kali lagi
bahkan untuk seterusnya

No comments: