Pages

Sunday, July 31, 2016

Mawas Diri

Setiap pagi Dia selalu mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid

Seperti halnya kedalaman penghayatanku yang terus kupertanyakan sendiri
Apa termasuk layak lakuku
Apa mungkin sembiluan itu tidak menyadarkan langkahku yang mulai terlampau ngilu bergerak maju?

Apa cukup perangaiku berlaku senada dengan inginMu?

Kami lantang meminta kelemahan jiwa datang menyembah bersama
Tapi layakkah hati kami menjadi pohon tarbantin itu?
Gagahnya lantunan nada yang dikatakan sebagai dupa yang harum
Tapi layakkah jemari hati kami Kau sebut sebagai penyembah?

Kami lantang menyambangi tahta itu dengan perkataan dalam satuan roh
Tapi sungguhkah kata itu dibunyikan dalam iman tanpa cela? Apa mulut itu cukup bersih untuk berkata-kata di luar sana?

Sudah cukup bijaksanakah kami sebagai hamba?

No comments: