Aku berdampingan dengan renjana
Yang tak tahu kapan bisa dibayar lunas
Berdampingan dengan kelaifan
Yang tak dapat kuakui dengan lugas
Aku menunggu kesempatanku
Untuk berdiri dengan riang tanpa pikir sana sini
Menikmati sejumlah ombak yang menggulung di kaki pantaiku
Menikmati hari lainnya tanpa resah akan jadi apa lalu mengapa dan bagaimana
Aku
Hanya butuh direngkuh
No comments:
Post a Comment