Bukan bagian apa-apa
Bukan sedarah
Kita bertemu ketika kita sudah sadar dan mampu menilai dunia
Hanya saja Semesta yang merencanakan kita menemukan satu sama lain
Tanpa tahu apa tujuannya
Terimakasih untuk percaya
Kepada hati yang sering meragukan dirinya sendiri
Aku ikut remuk
Tak mampu berkata-kata
Aku baca kata per kata
Bahkan kukira aku akan baik-baik saja
Sampai aku mengajukan permintaan yang sama dengan kalian
kepada Semesta
Kegetiran ini tak bisa dibendung
Aku bergetar dalam sujudku padaNya
Mengajukan permintaan yang sama dengan kalian
Harapan tanpa batas untuk terus menyimpan rasa cinta dan percaya
saat waktu sedang bertanya dan menguji rasa yang kalian pertahankan mati-matian
Maaf, aku tidak pandai merangkai kata duka
Rasa yang sudah terbiasa kusimpan dan sembunyi dalam gurauan penghiburan
Tapi percayalah
Aku merasakan kalian
Aku merasakan kalian
Menguatlah dalam kepercayaan
Kalian terlalu hebat untuk menjadi gentar dan gusar
aku terbatas dalam merengkuh
Tapi pasti kalian paham
bahwa kuasaNya terlalu besar untuk diragukan kepastiannya
setialah selalu
semua akan digenapkan pada waktuNya
Semesta terlalu menyayanginya
Semesta terlalu yakin padanya, bahwa ia tidak akan pergi kemana-mana
Hingga Semesta memilihnya
untuk menyatakan kehadiranNya yang seringkali ditertawakan manusia
No comments:
Post a Comment