Pages

Saturday, January 7, 2012

Galau

Galau.
Banyak yang bilang," Kerjaan lo galau mulu. Drama banget si."
"Galau teroosss.."

Apa yang kamu bisa tangkap dari kalimat ini?
Kalau dari sudut pandang saya nii, galau itu adalah perbuatan yang salah dan patut di hindari.
Oke, emang galau salah ya?


Galau juga hasil produksi hati kan? Bedanya ada yang bisa ekspresiin itu ada juga yang engga.
Lalu salahnya dimana?
Gini deh, kita satukan persepsi. Galau menurut KBBI artinya pikiran yang tidak keruan. Kalau gini masih salah juga? Manusia ga boleh gitu punya pikiran yang lagi ga keruan? Harus yang fine-fine aja ya? Masa si? Itu ga pernah mikir kali. Haha..
Oke, mungkin terlalu over dosis alias terlalu sering. Katakanlah itu kekurangan manusia, bukan masalah yang harus dijauhi.
Kekurangan masih milik manusia sejati kan? Jadi manusia emang ga ada yang sempurna kan?
Buat saya galau itu bukan aids. Kalau mau galau, ya galau aja. Semua punya saatnya galau ko. Dan galau bukan drama. Karena pada dasarnya hidup juga udah drama ko. Punya alur cerita, setting tempat. Bedanya di kehidupan nyata yang jadi aktornya adalah semua orang. Jadi drama juga bukan sesuatu yang hina.
Galau itu normal. Bayangan saya kalo kamu ga pernah galau berarti ga pernah merasa alias ga punya hati.
Cuma bedanya, ada yang bisa menampilkan keluar ada yang di simpen dalam hati. Bahkan ada yang sebenernya dia ga pernah sadar kalau dia pernah galau. Bingung potong poni juga bisa dibilang galau lho, cuma galau sederhana aja. Siapa yang tahu si orang yang keliatannya ga pernah galau itu bener-bener memang ga pernah galau?

Mungkin disini yang salah bukan galaunya. Tapi cara pengungkapannya. Ada yang annoying sampe main status dan twitter. Jadiin status dan twitter sebagai diary pribadi yang seakan ga bisa dibaca orang. Itu namanya bukan galau yaa teman-teman, tapi tu orang nyari perhatiaan!
Beda kan? Ada saatnya orang galau di twitter. Wajar. Tapi kalau Tiap hari dia galau terus kita ga bisa bilang itu galau. Tapi cari perhatian. Pernah kepikiran ga?
Kasihan si galau dijauhin mulu. Dan orang yang galau juga jadi kaya bahan olokan dan selalu dianggap lemah.
Galau juga punya masanya ko. Ya kali tiap hari orang selalu galau. Ga juga. Eh tapi kangen juga galau lho. #random
Lah kalo semua orang cuek dan lempeng semua, mau sesuram apa dunia?
Manusia kan karakternya unik dan beda-beda. Hargai aja itu sebagai suatu variasi kehidupan. Kalau buat gue si ga fair kalo orang galau selalu disalahin karena kegalauan mereka. Saya yakin ko orang yang bisa nyimpen sendiri,cuek, lempeng, keliatan tenang bahkan apatis tidak lebih baik dari orang yang suka galau (dengan frekuensi normal) dan memperlihatkan galaunya (dengan cara yang normal juga).
Saya cuma bisa bilang orang yang suka galau mungkin lebih memakai hati.
Yah kembali lagi, manusia. Cuma kalau tidak ada orang-orang macam begini, akan banyak ahli fisika dan matematika di dunia ini serta jumlah seniman yang minim sekali.
Ya seperti yang kita tahu seniman itu banyak pake hati karena dia pastinya menilai dengan estetikanya pakai perasaan yang itu adalah hasil produksi hati. Kebayang ga kalau seorang seniman menilai bagus tidaknya lukisan pake rumus? Hewhewhew..
Sampai seorang musisi saa banyak yang mendapatkan inspirasi lagu dari kegalauan. Baik hasil galau sendiri atau orang lain.
Nah yang ini yang mungkin bisa dicontoh. Salurkan kegalauan dengan hal yang positif.
Man, sekali lagi saya bilang kalau galau itu ga salah. Tapi bagaimana kita bisa mengolah sehingga menjadi sedikit produktif.
Memang yang paling seimbang si antara hati dan logika harus sama. Hmm.. Kalau ada yang bisa pake hati sama logika bener-bener seimbang tolong banget share dan tinggalin comment di postingan saya yang ini..
Saya mau sensus ada berapa orang..
Saya rasa ga ada yang paslah. Semua orang selalu ada dalam kata "berusaha" pas. Kalau semuanya pas berarati manusia bisa sempurna dan dunia berjalan dengan pas tanpa kurang suatu apapun.
Ada?
Jadi jangan hina si galau.
Kasihan.
Galau itu penting dan sehat. Selagi masih dalam porsi empat sehat lima sempurna.

No comments: