Hmm begini..
Ketika aku mulai bosan dengan tagihan waktu
Aku mulai bertanya, bagaimana agar saldoku tidak lagi dalam status kredit
Memiliki hutang dengan waktu
apalagi dengan impian
Waktu menjawab,"Apa kamu sudah memilihku sesuai dengan tujuanmu? Bagaimana jika kamu menyianyiakan kredit limitmu padaku?"
Aku jawab,"Sudah. Kurang apalagi aku dengan kamu? Aku selalu membayar hutangku di awal ketika sakuku mulai gemuk dan kenyang kembali."
Lalu dia bertanya kembali,"Bagaimana perasaanmu saat membayarku walaupun dengan cetak tinta tebal bertuliskan LUNAS? Senang? Puas?"
Aku terdiam. Lama terdiam. Sangat lama terdiam.
Tidak sadar aku berpikir bersama gerimis. Lalu tak lama hujan. Deras. Langit sedang tidak berlampu saat itu.
Selama satu jam aku kembali menggunakan waktuku sia-sia untuk berpikir bersama hujan dan titik-titiknya.
Aku tak mampu menatap Sang Waktu kembali.
Waktu, aku hanya kurang percaya diri memilih, dan mengapa aku harus membayar kreditmu dengan saldoku dari sumber yang kurang tepat?
Aku hanya dapat menulis kembali permohonan kredit untuk dapat membayarnya dengan saldoku yang mungkin tidak banyak, tapi aku tersenyum saat menekan pin dan menekan tombol ENTER untuk transaksi TRANSFER.
No comments:
Post a Comment