Berhambur bersama emosi
elegi patah hati hitam dan putih
sentuhan kasih tanpa lagi ada arti
Semua menyatu menjadi rindu yang tanpa alasan
tanpa penyeka
tanpa batas merasa
Bila air menyangsikan alirannya
bagaimana denganku yang menatap sendu langit biru?
Bergaya seakan senang menantang hari
hingga letih terjatuh
karena peluh sandiwara
Berantakan berserak himpunan asa
Yang ketika pikirku tak ada lagi waktu
untuk sebuah senyuman semu
Yang kutahu hanya hidup
dan angin terus berhembus
seperti waktu yang bergerak maju
tanpa tahu apa itu masa lalu
Pertanyaanku,
Bisakah kututup dengan manis melodiku yang berirama biru?
No comments:
Post a Comment