Sepaham dalam bermain irama
lalu alat musikmu terkemuka
timbul keatas untuk menunjukan segala yang ada
menyeruak kembali tidak beraturan
tidak lagi beraturan
andai saja kedalaman jiwa tidak terhalang
Apa andai andai kata manusia
mengartikan kemanusiaan dalam jeritan harapan
Tidak tertunduk walau tetap malu
Ilusi yang tidak lagi teridentifikasi
atas jalan cerita kehidupan
yang terasa mulai ikut dalam arus kefanaan.
Apalagi yang harus dipercaya?
Hanya transenden yang diupayakan
Bertekukkah lututmu untuk menaruh
Segenggam rindu untuk bersimpuh
tidak lagi dalam kekuatan
namun kelemahan tanpa batas
hingga yang terdengar hanyalah
getaran akan getirnya waktu yang bercerita
No comments:
Post a Comment