Pages

Tuesday, April 8, 2014

Pojok Kopi

Derajat yang tidak saya ukur sudutnya
pandangannya hanya sebatas pada cermin kaca dengan sedikit pantulan namun tetap transparan
dijamu seharga 50 ribu
yang bagi saya ini hanya sebatas busa busa mulut dituangkan lem aibon
Rasanya tapi beda

Mencerdiki manusia - manusia satu-satu
Tanpa mereka tahu
Supaya tidak dipungut biaya karena telah mengekspos kehidupan mereka diam-diam

Ada yang tiba-tiba terlewat
mengekor bersama tongkat
penghasil kudapan di bawah tudung sajinya setiap hari

lalu perangai saya tiba-tiba terbelalak dengan kumpulan AB three dengan kostum aneh bernuansa timur tengah.
Aneh.
Tapi mereka menerbangkan ingatanku pada manusia satu-satunya yang berspesies sama di hidup saya.

Ada si pengaman masa
lewat dengan baju super ketatnya
mungkin sebentar lagi kancingnya terlepas
Pesan saya,"Mas order baju lagi mungkin boleh. Daripada mau usaha six pack. Atau itu ngirit?" Ah, tidak paham juga.

Tiba-tiba hallnya sepi

Dan tidak ada yang menarik lagi.
Memang hanya segini nilainya tempat ini.

Menarinya bukan sampai mati.

*laptop shutdown*

No comments: