Katanya,
Menggenggam itu jangan terlalu erat.
Nanti kabur.
Melebur.
Pasir digenggam pun lepas.
Anak ayam digenggam pula mati.
Aku pun digenggam, kabur tak tahu diri.
Jadi prinsip menggenggam bukan jadi terminologi
waktu-waktuku menjalani hidup. Lagi. Sekarang.
Tidak ada prinsip baku manapun,
maupun teori fisika kuantum yang kau agungkan itu,
dapat membuktikan prinsip genggaman itu baik untuk kesehatan.
Karena mereka berkata, hanya saat roh menguasai tubuh fisik
secara sempurna maka dalam diri manusia tersebut berlaku hukum fisika quantum.
Kata hukum fisika quantum, ga ada lagi jarak dan waktu.
(see, gue bukan ga ngerti fisika, tapi siapa suru guru gue ga enak ngajarnya.*ngeles*)
Gimana caranya roh itu menguasai?
Tanpa menggenggam.
Karena lagi-lagi kalo kata mereka,
segala yang kita lihat bukanlah benda padat kaya yang kelihatannya.
Kamu memang padat. Sayangnya definisi kamu tidak sesederhana benda itu sendiri.
Kamu kaya penyakit. Komplikasi.
Saya ga mau sembrono kehilangan orang lagi karena teori genggam-menggenggam itu.
Karena ternyata, kenyamanan itu jauh lebih mengikat dari genggaman. Ya ga?
Sampai ga ada lagi batasan jarak dan waktu.
Mampus ga tuh?
Kamu,
Kalo tanganku mulai ga nyaman buat pernafasan, please let me know.
Jadi pergimu belum terlalu jauh untuk jangkauan teriakan panggilan kembali.
No comments:
Post a Comment