Pages

Wednesday, April 6, 2016

Si Beruang Madu dan Rumah Pohonnya



Tap tap
Lincah bergelora langkahnya mematikan rumput di tanah
Mantap menginjak bumi
Karena dia tahu
Apapun yang terjadi, dia punya tempat untuk kembali

Beruang madu dan rumah pohon kesayangannya
Tidak besar
Tapi lebih dari cukup untuk bersandar
Berlindung dari langit yang kurang cerah
Menutup diri sesaat dari pilunya berkelana
Menyimpan rapi setiap kebenaran yang cukup mematikan rasa

Hingga saatnya
Pohon itu mulai goyah
Atapnya mulai roboh
Setiap dindingnya mulai rebah mengikuti angin yang menentukan jalan hidup

Lalu
Beruang madu ini kembali hilang arah
Berlama-lama bermain
Tanpa sadar rumah hanya bangunan sementara
Iya, sementara
Rumah pohon itu sementara

Lalu beruang terdiam
Mencari akal sambil membopong hati yang mulai berdarah
Berat
Banyak lupa dan kurang akal

Beruang ini kelu dikhianati
Beruang ini kelu seorang diri
Sulit percaya lagi

Angin ini terasa bukan lagi semilir
Namun mencekam tanpa kenal ramah
Mencari
Mencari
Sampai hari ini
Terus mencari

Dimana kemudian harus menamai tempat barunya
Jadi rumah kembali
Rumah pohon kesayangannya

No comments: