Pages

Saturday, March 18, 2017

Ruang Ramai Butuh Tenang

Barisan lampu tersusun rapi di depan
Tidak lebih dari 5 langkah kaki
Cahayanya ramai
Sibuk bergantian mencari perhatian

Namun satu mata tak tergugah
Memilih asyik sendiri
Larut dalam imaji emosi tanpa tujuan
Menikmati jalan bergantian

Semua pekat terdiam
Tertahan namun berebut lepas bersama jingga sore
Yang mungkin belum sempat terbawa redup malam

Mesin bersaut
Mata dijalan bersambung dengan ingatan
Masa lalu
Masa kemarin
Terpukul tajam

Polahnya mulai rentan
Terkadang diam
Terkadang duduk tak tenang
Membiarkan liar pikirannya berpetualang
Entah kemana
Keluar dari gugus bintang yang seharusnya
Gigihnya hilang bentuk
Dia terlalu pandai berpikir
Lalu kembali tersesah dalam lantunan hujan yang tak sanggup dihabiskan dalam semalam

Berpuasa
Menahan segala
Mengganti semua
Hanya untuk tahan 
Dan membuat diri aman
Dari rasa takut kehilangan

Bingung
Tuli
Cekat untuk berkata
Rasanya mahasiswa perlu memperhatikan pengamatan mereka kembali
Akan satu unsur semesta
Seperti mata hatinya

Lalu
Harus kuapakan ini agar berakhir lebih pagi?

No comments: