Pages

Saturday, March 18, 2017

Kopi Bon Cabe

Disini hujan.
Jendelaku riuh diramaikan suara rintiknya yang tak mau berhenti bergantian.
Mungkin rebutan.
Ingin ikut-ikutan hadir juga. Karena ada lagu sembarangan bergema di ruang kosong.
Siapa peduli kalau tetangga mungkin kebisingan?
Mungkin mereka juga sedang mengendap-ngendap ke dinding ingin tahu.
Aku namakan saja ini lagu menimang-nimang kopi.

Ya, memang ini laguku menimang-nimang kopi.
Sebentar saja memang.
Lekas rasaku puas berhambur. Sudah bisa cerita panjang lebar tentang tempat itu.
Dan rasaku yang terlalu mendewakan kopi dalam setiap bulirnya.
Kepada, yang sudah terlalu lama ingin kuajak bercengkerama.
Dan berkeliling menikmati gelas demi gelas bergantian tempat.

Maaf kalau kata-kataku kaku.
Sudah terlalu lama tidak bebas bercerita dengan cara ini.
Dan hujan berhenti. Lembab. Asik sekali.

“Tak ada sore. Dan udara menjadi segar.
Rahasia tetap diam tak terucap.
Untuk itu semua aku mencarimu.
Berikan tanganmu, jabat jemariku.”



No comments: