Sepucuk surat untuk akhir hidup yang lebih baik
Dimana pada hari terakhirnya aku masih enggan
Keras karena luka yang terlampau kering lalu basah lagi dan berulang
Tidak segeram itu nyatanya
Masih ada pilu terselip di tengah amarah yg terus tersundut tak mati
Aku tahu dirimu melayang yang tak jauh radiusnya
Aku masih menunggu dengan segala cara
Coba bantu aku memohon untuk kau datang dalam sekilas bunga tidur
Hendak kau apakan aku waktu itu
Aku ini mulai tahu
Aku ini mulai paham
Katakan saja aku membutakan diri
Tapi aku tidak tuli
Hari ini kewibawaanku diinjak mati
Aku tetap ditempatku disudut ruang yang tak berudara
Mengindahkanmu dalam kebanggaanku yang tak mampu bersuara
Sudah waktuku selesai
Waktunya sudah tiba
Bumi memintamu kembali
Memeluk dalam kerinduan
Karna lama ditinggalkan
Ingat
Bukan hanya negara
Aku pun bangga
No comments:
Post a Comment