di penghujung waktu
saat harus berpacu
berlari mendahului mentari
muncul malu-malu di lazuardi
yang akhirnya mulai putih membiru
rangkaian emosi yang tak disangka akan menjalin
hingga panjang tak terputus
tak ditebak tak diprediksi
seluruhnya jalan bersama detik-detik
yang tidak ada dalam daftar rencana
hingga sampai di bulanku
Semesta yang sering sekali berbaik hati
memberi satu lagi isian hati
yang terbiasa losong
sesekali penuh dikala luang waktu untuk berbicara
silahkan masuk kataku
kubuka pintu seluas inginmu
ruang ini butuh angin segar dari pintuku yang hanya satu
dia diketuk jika ada yang perlu
kusambut dengan senyum dan dekap erat
gelombang dan rasa itu jarang berdusta
coba saja
resapi dengan terbuka
terimakasih telah sering datang berkunjung
No comments:
Post a Comment