Bersenyawa
Mendekap erat
Nafasku adalah nafasmu
Menyatu diikat asmara yang menggebu
Namun hanya lamun
Harum wanginya tak semerbak dulu
Apa kata rembulan
Yang menanti-nanti kau datang ke peraduan cintaku?
Dia saksi lelahku
Menunggu ikrar yang kupegang dengan seluruh jiwa
Perlahan lekang dihabisi harap ku yang kandas
Rintih hati diam dalam sunyi
Kehilangan cara mengungkap diri
Aku berjuang sendiri
Meronta dari sesal dan kecewa yang bertubi
Itu kata dari relungku yang terkunci mati
Sekian untuk hari ini
Entah esok bagaimana lagi
Karena hidup tidak terhenti sampai disini
No comments:
Post a Comment