Pages

Saturday, April 25, 2020

Renjana Hilang Makna

Bersenyawa
Mendekap erat
Nafasku adalah nafasmu
Menyatu diikat asmara yang menggebu

Namun hanya lamun
Harum wanginya tak semerbak dulu

Apa kata rembulan
Yang menanti-nanti kau datang ke peraduan cintaku?
Dia saksi lelahku
Menunggu ikrar yang kupegang dengan seluruh jiwa
Perlahan lekang dihabisi harap ku yang kandas

Rintih hati diam dalam sunyi
Kehilangan cara mengungkap diri
Aku berjuang sendiri
Meronta dari sesal dan kecewa yang bertubi

Itu kata dari relungku yang terkunci mati
Sekian untuk hari ini
Entah esok bagaimana lagi
Karena hidup tidak terhenti sampai disini

No comments: