Pages

Tuesday, February 11, 2014

di Langit Tempat Mereka Berteduh

Terduduk
pada peraduan surgaku yang tanpa jingga
mengikuti beriak urin yang terasa
sembrono aku pada pagi


keterbatasan ruang dalam gerak berpadu
menyatu namun tidak lagi syahdu
pada naluri yang mulai membeku


ini kran tanpa air
jatuh setitik sebagai perwakilan kubang tak berlahan
aku pasti
langkahku meyakini
nasib dan waktu yang akhirnya mengadili

terperejam dalam emosi satu-satu
dengan sisa detak jam yang tak menentu
itu aku
dan segala keliaran yang tak ada laju

kini aku menunggu
untuk menikah lagi
dengan pagi dan senjaku
di langit tempat mereka berteduh

No comments: